Posts Tagged Sajak

Di Batas Nalar

Jauh antara mampu dan sadar
Merasa kesadaran sangat dekat
Fikir terlampau lama dia ingin
Sebuah danau yang tenang
Dengan kejernihan tenggelamkan keangkuhan

Nalarku adalah penyakit
Nalarku adalah dosa
Dan danau pun akan kering
Terhisap oleh akar pohon tak kucapai
Ku selalu dikendalikannya

Atma yang penuh ego
Rusaklah hidup denganmu
Akukah takut dengan pedang?
Hanya sebuah jasad yang kasar
Pun dia akan terbakar
Atau terkubur dengan setetes air mata

Aku hanya terpaksa merompak
Tangkaplah aku jika kau mau
Aku tak akan lari
Danauku sudah kering
Aku sudah tidak ada teman pelepas lara

Waktuku hanya dua detik
Untuk membangun sebuah kenangan
Tapi dua detik itu setahun
Bukan setahun tapi dua tahun
Untuk sebuah kekafiran

Hah….
Lelahlah nalarku ini
Dengan kearifan yang pura-pura
Kau hanya sebuah kehalusan
Enyah saja jika kau tak sungguh

-Bandung, Oktober 2009-

Advertisements

, ,

Leave a comment